Klausenpatterson36's website

Our website

04
Ja
Berikut Ini Ialah Metafora Majas & Pengertiannya
04.01.2017 08:55


Perbandingan, Majas Pertentangan, Majas Sindiran, Majas Pengumuman. Majas yakni bahasa menawan yang dipergunakan untuk mengatur susunan kalimat yang di akhirnya bertujuan untuk meraih efek unik agar terkabul sebuah kesan imajinatif untuk penyimak ataupun pendengarnya, baik secara lisan ataupun tertulis.

Perihal definisi majas pada pelajaran Norma Indonesia memanglah cukup banyak, seperti yang terdapat dalam puisi, puisi lama, serta hikayat maupun karya tulis yang lain.

Kecuali itu, siap pengertian atau definisi unik yang melukiskan tentang majas, yaitu penerapan gaya kode untuk menyalin nuansa unik hingga menumbuhkan kesan kata-kata yang lebih imajinatif.

Bicara hal contoh beberapa macam majas menyerupai, Metafora, Personifikasi, Hiperbola, Konotatif dan sebagainya merupakan hal tertinggi untuk Engkau yang ingin mempelajari kian jauh satu diantara materi dari mata pelajaran Bahasa Nusantara di maktab ini.

Gaya bahasa yang baik juga menarik tentunya akan menghasilkan setiap pembacanya merasa interes untuk menyimaknya, bahkan lalu berulang kali.

Pemakaian majas yang baik di membuat sebuah puisi mau pun cerita sebagai syarat telak apakah vokal itu memukau atau gak. Oleh kesudahannya juga, kesangkilan yang elok dalam bermoral mutlak dibutuhkan untuk Kamu yang ingin memahami bumi penulisan, entah itu roman, puisi, atau pun pantun.

Jadi perbanyaklah merapikan beragam tolok ukur bahasa dalam pikiran & tulisan Dikau lalu tulis di lektur setiap harinya agar perintis Anda makin terlatih untuk membuat majas dengan secara yang memikat. Untuk paham lebih terbuka tentang majas, berikut contoh majas & macam-macam majas beserta pengertiannya.

Pada dasarnya, majas bisa dibedakan menjadi empat kelompok atau golongan. Serta dari empat macam-macam majas itu, masing-masing memiliki tiruan dan spesies kelompok yang akan dibahas berikut ini.

Majas terdiri bagi:
— Majas Perbandingan
— Majas Polarisasi
— Majas Sindiran
— Majas Persetujuan

Setelah lebih dari kita mengulas mengenai macam dan macam-macam majas yang ada dalam struktur berbahasa Indonesia. Dibawah ini akan dijelaskan secara komplit bagaimana takrif majas ini beserta misalnya.

A. Majas Perbandingan
Majas Perbandingan merupakan kata-kata berkias yang memberitahukan perbandingan untuk menambah pemahaman dan pengaruhnya pada pendengar maupun pembaca. Ditinjau ataupun dilihat dari cara pengambilan perbandingannya, Majas Patokan terdiri untuk:

1) Persekutuan atau Seumpama

Majas blok atau seumpama yaitu patokan pada dua hal yang pada hakikatnya bukan sama, akan tetapi sengaja dianggap sama. Majas ini ditandai oleh pemakaian kata serupa, bagaikan, seumpama, seperti, & laksana. Tiruan majas gabungan atau perumpaman yaitu dibawah ini,

Contoh:
– Semangatnya rusuh bagaikan baja.
– Mukanya pucat seolah-olah mayat.
– Wajahnya kuning bersinar seolah-olah bulan purnama
– Rambutnya bak mayang yang terburai.
– Dia mewarisi semangat seperti seekor singa.
– Badannya seperti samson.
– Watak & karakternya seperti batu

2) Metafora

Misal yaitu majas yang meluluskan ungkapan secara langsung bercorak perbandingan analogis. Penggunaan kata atau kelompok kata bukan dengan terjemahan yang sebenarnya, tetapi serupa lukisan yang berdasar pada persamaan / perbandingan, umpamanya tulang punggung pada kalimat pemuda yaitu tumpuan negara. Rupa majas metafora seperti dalam bawah itu.

Contoh:
– Engkau belahan jantung hatiku sayangku. (sangat penting)
– Raja terang keluar dari ufuk timur
– Jonathan adalah bintang kelas bumi.
– Rezeki karunku (sangat berharga)
– Dia dianggap anak emas majikannya.
– Ruang baca adalah kedai ilmu.
– Ia super terpukul secara kepergian belahan hatinya
– Rosyid terus-menerus menjadi bintang kelas setiap semester
– Ronaldo jadi mesin penyebar gol untuk Madrid
– Pak Tono adalah tangan kanan ayahku.
– Si kutu lektur itu rumpang sekali terserondok rumah.

3) Personifikasi

Personifikasi yaitu majas yang mengandaikan benda-benda gak bernyawa seperti memiliki hati seperti pribadi.

Contoh:
– Badai memukul dan merobohkan rumah penduduk.
– Riak berkejar-kejaran di tepi pesisir.
– Semprit wasit melaung panjang mengingat akhir atas pertandingan tersebut.
– Hujan rintik menari-nari diatas genting
– Kebakaran telah melahap seisi bait gubuk itu

4) Alegori

Alegori yaitu Menyatakan secara cara berbeda, lewat kiasan atau penjelasan. Alegori ialah majas perbandingan yang berselit-selit satu dan yang yang lain dalam regu yang utama.

Contoh:
Teman hidup sebagai nahkoda, Istri sebagai juru mudi

Konotatif biasanya berbentuk cerita yang penuh secara simbol-simbol bermuatan moral.

Rupa:
– Prosesi hidup manusia seperti waduk yang menusuk menyusuri tebing-tebing, yang kapan-kapan sulit ditebak kedalamannya, yang rela menerima segala sampah, dan yang pada walhasil berhenti saat bertemu dengan laut.

– Menjalani sukma rumah tangga sama halnya sebagaimana kita mengarungi lautan beserta sebuah bahtera. Terkadang kalian akan diboyong menyaksikan seri samudra yang sangat menakjubkan. Akan tetapi tak jauh kuatnya riak akan mengombang-ambing tubuh kita.

– Globe ibarat tumbuhan hijau yang menyihir setiap mata yang memandang. Indah dan demi menakjubkan. Namun lambat laun ia akan menguning, kering serta pada akhirnya musnah

5) Simbolik

Simbolik yaitu majas yang mengkritik suatu hal dengan mempraktikkan benda, satwa, atau tumbuhan sebagai representasi atau logo.

Contoh:
– Ia kesohor sebagai tukang kawin.
– Graha itu gosong dilalap si jago merah.
– Ia adalah seorang bunga desa
– Bunglon, representasi orang yang tak berpendirian
– Melati, lambang ketakwaan
– Padma, lambang pengorbanan
– Saya tidak senang berteman beserta bunglon (tidak berpendirian)
– Pada kamar ini KPK berhasil mencuri banyak tikus. (koruptor)
– Meminjam uang dari lintah darat bukanlah solusi yang tepat untuk mengatasi masalah keuangan.

6) Metonimia

Metonimia yaitu majas yang mengenakan ciri atau lebel atas sebuah zat untuk menggantikan benda itu. Pengungkapan itu berupa pemakaian nama untuk benda unik yang menjadi merek, gambaran, atau atribut.

Contoh:
– Di kantongnya selalu terselib gudang gusar. (maksudnya sigaret gudang garam)
– Pada setiap pagi Abi selalu menghirup kapal obor. (maksudnya salinan kapal api)
– Ayah pulang mulai luar region naik garuda (maksudnya pesawat)
– Ia berangkat ke rumahku hanya dengan mengenakan Cubitus. (kaus)
– Kemas Toni berangkat ke pangkalan dengan Bata (sepatu)
– Ayah menafsirkan koran lalu menikmati Bahtera Api (kopi)
– Setelah makan, Tafsiran minum wahid gelas Aqua. ( uap )
– Pejalan penumpu itu tewas tertabrak Kijang. (mobil)
– Pak jongos menegornya sehabis kepergok menghisap Jarum (rokok)

7) Sinekdok

Sinekdok yaitu majas yang mengatakan sesi untuk mengirim benda secara keseluruhan / demikian meskipun. Majas sinekdok terdiri bagi dua bentuk berikut.

1) Pars membela toto, yaitu menyebutkan sekitar untuk kesemestaan.
Contoh:
(a) Hingga era ini ia belum tersua batang hidungnya.
(b) Tiap-tiap kepala menelan Rp. 300. 000.
(c) Untuk bisa masuk ke swalayan malam, perkepala hanya ditarif biaya lebih kurang Rp. 10. 000 selalu.
(d) Ayah membeli tunggal ekor wedus untuk disembelih dan dijadikan gulai.

2) Totem pro parte, yaitu menyebutkan keseluruhan untuk sebagian.
Contoh:
(a) Dalam pertentangan final bulu tangkis Rt. 03 melawan Rt. 07.
(b) Indonesia akan memilih idolanya malam nanti.
(c) Barcelona mencetak gol kemenangannya saat menit ke 80.
(d) Menonton TV memberikan hasil negatif pada perkembangan bujang.
(e) Polri berhasil menahan kawanan pemalak yang terkadang beraksi di daerah Lampung Utara.

8. Simile

Pengungkapan dengan patokan eksplisit yang dinyatakan secara kata depan serta penghubung, laksana layaknya, bagaikan, ” seumpama “, ” ibarat “, ” bak “, seperti “.

Tiruan:
– Anda umpama larutan aku laksana minyaknya, serupa Qais & Laila yang dimabuk cinta berkorban apa pun saja.
– Tubuhnya seperti tiang yang tinggi menyelampai.
– Wajahnya bercahaya seolah-olah rembulan yang selalu menerangi kegelapan silam.
– Dia pemberani serupa seekor raja rimba yang tidak tahu gentar secara musuh sekuat apapun
– Kerjanya menyerupai mesin yang bukan pernah habis.
– Wataknya seperti kerikil yang luar biasa sulit untuk dilunakkan.

B. Majas Pertentangan
Majas Polarisasi yaitu “Kata-kata berkias yang menyatakan perdurhakaan dengan yang dimaksudkan tadinya oleh pembicara atau pereka dengan prinsip untuk menguatkan atau menjulang kesan serta pengaruhnya pada pembaca ataupun pendengar”. Macam-macam Majas Perdurhakaan dibedakan sebagai berikut:

1) Antitesis

Dikotomi yaitu majas yang mengimplementasikan pasangan tanda yang berlawanan artinya.

Contoh:
a) Renta muda, luas kecil, tiru meramaikan festival itu.
b) Miskin sugih, cantik melorot sama saja di emas tempawan Tuhan.
c) Dia sikap siang malam untuk menghasilkan cita-citanya
d) Menang malang merupakan substansi yang gaib dalam 1 buah pertandingan
e) Perjalanan terkayan-kayan Jakarta Kab. bogor memakan ruang yang tidak terlalu lama
f) Pekerjaan pangkalan tidak relasi menghalangi hobinya untuk bertambah turun bukit

2) Inkonsistensi

Paradoks ialah majas yang mengandung perdurhakaan antara pertegasan dan bukti yang tersedia.

Contoh;
a) Aku merasakan sendirian di tengah kota Jakarta yang gempar ini.
b) Hatiku mengerang di terus hingar gelumat pesta yang sedang berlanjur ini.
c) Di balik seringai manisnya terpendam luka yang mendalam
d) Meski situasi sangat panas, pikiran harus dingin
e) Selalu terdapat hikmah yang dapat aku petik daripada setiap bencana

3) Hiperbola

Majas hiperbola yaitu majas yang nyata pernyataan penuh dari sudah barang tentu dengan postulat memberi kesan mendalam atau meminta minat.

Contoh:
a) Suaranya menggelegar membelah alam.
b) Tubuhnya tinggal kulit pembalut tulang.
c) Keringatnya sampai menganak sungai.
d) Tak rongak seorang rama harus memukul tulang demi keluarga.
e) Setiap hari dia memeras keringat demi memperoleh sesuap nasi
f) Ia dapat mengira-ngira secepat lekas

4) Litotes

Litotes yakni majas yang menyatakan jasad dengan jalan yang berseberangan dari walhasil dengan mengecewakan atau menguranginya. Tujuannya untuk merendahkan pribadi.

Contoh:
a) Makanlah seperlunya hanya dengan nasi dan air bersih saja.
b) Mengapa kamu bertanya saat orang yang bodoh menyerupai saya
berikut?
c) Seharga kado imut ini yang bisa aku berikan.
d) Mampirlah sejenak untuk mencoba hidangan yang ala kadarnya itu.
e) Sediakan hamba yang bodoh berikut untuk mengantarkan pendapat.
f) Saya seharga orang tanah air yang lulus mengenyam pendidikan.
g) Cuma hal kecil seperti ini yang bisa beta perbuat

C. Majas Penegasan

Majas Patokan adalah tutur kata berkias yang menyatakan pengumuman untuk meningkatkan kesan & pengaruhnya lawan pendengar / pembaca. Majas penegasan terdiri atas tujuh bentuk berikut:

1) Pleonasme

Pleonasme ialah majas yang memakai kicauan secara berlebihan dengan maksud menegaskan makna suatu tanda.

Contoh:
a) Semua siswa yang pada atas semoga segera diturunkan ke bawah.
b) Meronce mendongak terbang menyaksikan pertunjukan pesawat tempur.
c) Segala penghuni rusun bergegas diturunkan ke kaki gunung untuk menyingkir dari obor.
d) Pantang baginya untuk mundur ke belakang.
e) Cuma perwakilan demonstran saja yang diperkenankan merasuk ke di dalam untuk meakukan negoisasi.
f) Sedari tadinya ia cuma merunduk ke bawah maksimum penyesalan
g) Serentak getah perca penonton mendongak ke atas pirsa manufer motor tempur TNI AU.

2) Repetisi

Repetisi yaitu majas perulangan ocehan sebagai pengumuman.

Contoh:
a) Dialah yang kutunggu, dialah yang kunanti, dialah yang kuharap.
b) Marilah aku sambut pahlawan kita, marilah kita sambut idola aku, marilah kita sambut anak laki-laki bangsa.
c) Hidup merupakan perjuangan, muncul adalah kesukaan, hidup ialah realita yang harus aku hadapi.
d) Dunia itu adalah fana, dunia berikut hanya tempat bersinggah, wilayah ini hanya sementara.
e) Cinta ialah misteri, Gemar adalah peraturan, Cinta adalah pengorbanan.
f) Hiduplah dengan visi, hiduplah dengan misi, hiduplah untuk menggapai prestasi

3) Analogi

Paralelisme ialah majas iterasi yang umumnya ada dalam puisi.

Rupa:
a) Cita adalah takrif
b) Gelisah adalah kesetiaan
c) Cinta adalah ikhlas berkorban
4) Tautologi
Tautologi yaitu majas penegasan secara mengulang kira-kira kali satu buah kata dalam sebuah kata2x dengan postulat menegaskan. Kadang kala pengulangan ini memakai tanda bersinonim.

Tiruan:
a) Tidak, bukan, bukan itu maksudku. Aku seharga ingin berunding saja.
b) Seharusnya sebagai sahabat kita hidup bantu-membantu, akur, dan bersaudara.

5) Klimaks

Pucuk yaitu majas yang menyatakan beberapa sesuatu secara berturut-turut dan makin lama tambah bertambah.

Tiruan:
a) Semua pihak mulai dari anak-anak, akil balig, sampai pengampu pun mengintil lomba Agustusan.
b) Penuntun RT, RW, Kepala Desa, Ketua, bahkan Presiden sekalipun bukan mempunyai wewenang untuk mengurus hal pribadi seseorang.

6) Antiklimaks

Antiklimaks yaitu majas yang menyarankan beberapa hal secara berencetan yang tambah lama makin mengalami penurunan.

Contoh
a) Kepala maktab, guru, staff sekolah, dan siswa pula hadir di pesta pertunjukan kelulusan itu.
b) Dalam kota dan desa sampai pelosok kandang[ki] semua manusia merayakan HUT RI di -62.
Komoditas kami telah tersebar di seluruh daerah mulai provinsi, kota, kecamatan terutama desa.

7) Retorik

Retorik yaitu majas yang berperangai kalimat tanya tetapi gak membutuhkan tantangan. Tujuannya melepaskan penegasan, travesti, atau menggodot.

Contoh:
a) Kata siapa cita-cita mampu didapat semua dengan sekolah formal pula?
b) Apakah ini sosok yang tengah ini kamu bangga-banggakan?
c) Enak tidak bolos bersekolah? Besok lakukan lagi lagi sungguh!
d) Awak selalu menyendiri ketika awak sedih. Segalanya ini yang kamu kira sahabat?
http://www.ilmubahasa.net/2014/11/macam-macam-gaya-bahasa-majas.html e) Negara kalian nampak tambah carut-marut. Apa pun ini yang orang sebut “revolusi mental”?

D. Majas Sindiran
Majas Perbandingan adalah kata-kata berkias yang memproklamasikan sindiran untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca. Majas sindirian dibagi jadi:

1) Ironi

Ironi ialah majas yang menyatakan sesuatu yang bertentangan dengan perincian untuk mengias seseorang.

Contoh
a) Berikut baru namana siswa turutan, setiap hari selalu pulang malam.
b) Bagus sangat tulisanmu, saking bagusnya hingga tidak sanggup Aku mengaji.
c) Sedap(bau) sekali air atar yang kau pakai, sampai seisi kelas merasa medu.

2) Sinisme

Sinisme adalah majas yang menyatakan karikatur secara saksama pada orang lain

Rupa:
a) Perkataanmu tadi amat menyebalkan, tidak pantas diucapkan oleh orang-orang terpelajar diantaranya dirimu.
b) Lama-lama saya bisa jadi invalid melihat watak lakumu yang bukan wajar tersebut.
c) Caramu mengaji tidak mencerminkan bila kamu sempat belajar pada pesantren.

3) Sarkasme

Sarkasme yaitu majas sindiran yang paling kasar. Majas berikut umumnya disampaikan oleh sosok yang lumayan marah.

Rupa:
a) Target muntah saya melihat wajahmu, pergi engkau!
b) Kecil kerbau dungu, kerja begini saja tidak becus!

Comments


Free homepage created with Beep.com website builder
 
The responsible person for the content of this web site is solely
the webmaster of this website, approachable via this form!